Kelainan pada Sistem Kekebalan Tubuh

Posted: Desember 2, 2011 in Ilmu/Knowledgge
Tag:

Kelainan pada system kekebalan bervariasi dari yang ringan seperti alergi sampai yang serius seperti penolakan pencangkokan organ, defisiensi kekebalan, serta penyakit autoimun.
1. Alergi

Alergi (hipersensitif) disebabkan oleh respons kebal terhadap beberapa antigen. Antigen-antigen yang dapat menimbulkan suatu tanggapan alergi dikenal sebagai allergen (penyebab alergi).

  1. reaksi alergi cepat

reaksi alergi cepat, seperti alergi akibat tersengat lebah, alergi terhadap tepung sari atau hewan kesayangan, disebabkan oleh mekanisme kekebalan humoral. Kekebalan tersebut diperantarai oleh sekresi antibody ke cairan tubuh untuk melawan antigen penyerbu. Reaksi hipersensitif cepat ini diakibatkan oleh produksi zat antibody IgE. Ketika seseorang terkena zat penyebab alergi, antibody IgE akan terikat pada sel-sel darah putih yang berisi histamine, yaitu bahan kimia yang menyebabkan gejala alergi yang umum, seperti hidung basah, mata berair, dan bersin. Jika lokasi ikatan antara antigen dengan sel darah putih terisi oleh alergen, maka sel-sel darah putih akan melepaskan histamin.

  1. reaksi alergi lambat

reaksi alergi lambat dikenal sebagai delayed-type hypersensivitas atau DTH, contohnya kasus orang yang keracunan tumbuhan menjalar ‘ivy’ atau pohon ek beracun. Contoh DTH ekstrim terjadi ketika makrofag tidak dapat dengan mudah menghancurkan unsur penyerbu. Akibatnya, sel T diaktifkan sehingga menyebabkan peradangan pada jaringan tubuh. Radang ini terus berlanjut sepanjang sel T diaktifkan.

2. penolakan transplantasi

System kekebalan mengenali dan menyerang apapun yang secara normal berbeda dari unsur yang ada di dalam tubuh seseorang, bahkan unsur yang hanya sedikit berbeda, seperti organ dan jaringan yang dicangkokkan. Penolakan transplantasi dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu penolakan hiperakut, akut, dan kronis.

a. penolakan hiperakutpenolakan tipe ini segera terjadi begitu transplantasi dilakukan, contohnya pada transplantasi ginjal. Penolakan hiperakut dapat diatasi dengan cara mencangkokkan organ pada resipien yang memiliki golongan sama dengan donor.

b. penolakan akutpenolakan akut biasanya terjadi beberapa hari setelah transplantasi. Untuk mengatasi hal ini, biasanya pada resipien diberikan obat, seperti siklosporin yang mempengaruhi respons molekul MHC resipien terhadap donor.

c. penolakan kronispenolakan kronis terjadi karena organ yang ditransplantasikan kehilangan fungsi yang disebabkan oleh darah beku pada pembuluh dalam organ.

3. AIDS (Acquired Immunodeficiency syndrome)

Suatu penyebab infeksi yang menurunkan kekebalan secara fatal adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus tersebut menyebabkan kasus AIDS dengan menginfeksi dan secara cepat menghancurkan sel-sel T penolong. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah suatu sindrom menurunnya system kekebalan tubuh. AIDS termasuk penyakit menular seksual (PMS).4. defisiensi imunDefisiensi system kekebalan (imun) dapat diperoleh dari keturunan. Defisiensi yang diwariskan tersebut umumnya mencerminkan kegagalan pewarisan suatu gen kepada generasi berikut sehingga dihasilkan makrofag yang tidak mampu mencerna dan menghancurkan organisme penyerbu, contohnya adalah severe combined immunodeficiency (SCID). Penderita SCID mengalami kekurangan limfosit B dan T, sehingga harus tinggal dilingkungan steril agar tidak terkena infeksi.5. penyakit autoimunKetika suatu penyakit autoimun menyerang, system kekebalan akan menyerang organ atau jaringannya sendiri seolah-olah mereka adalah unsur asing. Penyakit autoimun sering terjadi pada kasus kencing manis dan demam rematik.

Sumber :

buku biologi 2 for senior high school year xi Yudhistira

buku biologi untuk SMA kelas xi Erlangga

http://bukubiologinia.blogspot.com/2010/02/c-kelainan-pada-system-kekebalan-tubuh.html

 

Komentar
  1. Meng mengatakan:

    penjelasannya mantap,, makasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s