Resensi Satria November

Judul buku : Satria November

Pengarang : Mia Arsjad

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Pertama, Oktober 2009

Kedua, April 2010

Tebal buku : 248 halaman

Desain dan ilustrasi cover : Yustisea Satyalim

Novel yang berjudul Satria November ini merupakan satu dari delapan novel karya Mia Arsjad. Novel ini mengisahkan tentang seorang cowok bernama Inov ( Satria November ), cowok pendiam, dingin, robot korslet, terminator rusak, mantan pecandu narkoba yang berusaha menyembuhkan ketergantungannya. Setelah keluar dari rehab, oleh bundanya dititipkan di rumah keluarga temannya di Bandung untuk dijauhkan dari para bandar sekaligus melanjutkan sekolah di sana. Mima, cewek bawel, judes, galak, suka demo dan suka jerit-jerit. Awalnya ia bersikeras menolak kehadiran Inov, dan malang baginya karena ia harus satu sekolah dengan Inov dan itu berarti ia akan selalu mendampingi Inov ke mana-mana karena Inov belum mengenal seluk beluk kota Bandung.

Suatu malam Mima mendengar suara berisik dari kamar Inov. Ia kaget mendapati Inov tergeletak di lantai kamar dengan barang-barang berantakan di mana-mana. Inov mengerang-erang sambil meringkuk. Badannya menggigil dan keringat mengucur deras. Karena ia tidak ingin yang lain tahu, ia meminta Mima untuk mengambilkan air putih dan meminta Mima untuk merahasiakan kejadian itu. Setelah didesak Mima untuk bercerita, barulah Inov mengaku bahwa kijadian itu adalah efek dari narkoba yang ada di dalam tubuhnya. Dan barulah Mima tahu kalau ternyata Inov membohongi orang-orang rehab dengan berpura-pura sembuh agar diizinkan pulang. Pada malam itu jugalah satu rahasia yang mengawali sekian banyak rahasia-rahasia lainnya yang hanya diketahui oleh mereka berdua.

Sepulang sekolah Mima memergoki Inov yang tengah dipalak seorang preman. Preman itu pergi setelah memberikan sesuatu kepada Inov dan mengancamnya. Mima marah dengan Inov karena ia tidak mau jujur apa yang diberikan preman itu dan memutuskan untuk pulang meninggalkan Inov. Tapi sesampainya di rumah , Inov sudah menunggunya di depan rumah dan ia pun membawa Mima pergi dan mengaku bahwa preman itu adalah kakitangan bandar yang memberinya barang haram tersebut. Inov mengaku bahwa ia tidak ‘memakai’ ataupun menjualnya, ia membuang barang tersebut dan sebagai gantinya ia menyetorkan uang saku dari bundanya kepada bandar itu setiap minggunya. Inov menuruti permintaan bandar itu semata-mata karena tidak ingin melukai hati bundanya, bandar itu mengancamnya. Terpaksa Mima kembali menyimpan rahasia itu.

Mima yang bawel dan tukang protes mendadak mati kutu ketika menghadapi Inov. Ia harus menyimpan berbagai rahasia Inov, dari kegiatan Inov dengan para bandar itu, berbohong pada mama papa tentang kejadian Inov dikeroyok dan dihajar para bandar bahkan sampai merahasiakan mengenai kondisi kesehatan Inov yang sesungguhnya, bahwa organ dalam Inov sudah banyak yang terkena infeksi, dan hidupnya tidak akan lama lagi, dan masih banyak lainnya. Berbagai hal tersebut menyibukkan Mima, dan Ia harus sering kehilangan waktunya untuk bersama Gian, cowok yang disukai Mima. Hal tersebut membuat Gian yang diam-diam juga menyukai Mima jadi cemburu.

Pada suatu hari Inov mendapat surat dari Safira, pacarnya. Yang mengabarkan bahwa dirumahnya akan nada pesta narkoba, Inov harus datang karena kalau tidak bandar itu mengancam akan ‘menodai’ Safira. Dengan kondisi tubuh yang lemah, sempoyongan Inov pergi hendak ke Jakarta, menyusul Safira. Melihat kondisi Inov, Mima terpaksa ikut Inov ke Jakarta. Sesampainya di sana, Inov menemukan Safira sudah tidak sadarkan diri karena overdosis, kemudian dilarikan ke rumah sakit dan sudah tidak terselamatkan lagi. Inov menangis tersedu-sedu dan menyalahkan diri sendiri. Orangtua Safira yang baru sampai di rumah sakit menangisi kepergian anak mereka dan tidak henti-hentinya menyalahkan Inov.

Setelah kejadian itu, keluarga Mima menjemput Mima dan Inov di pemakaman Safira. Sesampainya di Jakarta, mama Mima menelepon bunda Inov. Selang beberapa saat, bunda Inov datang untuk menjemput Inov. Mima yang dicegah Inov terus memaparkan kejadian yang dialami Inov. Bunda Inov akan kembali memasukkan Inov ke rehabilitasi di Surabaya, mereka akan pindah ke sana.

Mima menghantarkan kepergian Inov. Keduanya berpelukan erat dan saling mengucap salam perpisahan. Mima baru menyadari bahwa ternyata mereka sudah sedekat ini. Dan membuat mereka sadar, bahwa ada rahasia yang lebih baik tersimpan rapat-rapat, tapi ada juga rahasia yang lebih baik diungkapkan. Inov pergi. Mima berdiri terpakku dan melamun karena semua dirasakannya seperti mimpi. Mulai dari hari-hari pertama kedatangan Inov, rahasia Inov, preman-preman narkoba, dan semuanya. Dan kemudian Mima pergi bersama Gian, cowok yang disukainya. Mereka pergi nonton film di bioskop. Rencana yang sudah di atur oleh Inov.

Kelebihan Novel ini adalah bertutur tentang masalah remaja mantan pecandu narkoba yang berusaha keras menyembuhkan ketergantungannya, Penulis tidak membiarkan tokoh-tokohnya menjadi terlalu serius. Sering kali, pada beberapa adegan yang cenderung “serius”, Penulis akan menurunkan kadar keseriusan itu dengan menyelipkan 1-2 kalimat yang akan membuat pembaca tertawa dan kembali rileks mengikuti jalannya cerita. Cover (sampul) novel menarik, perwatakan tokoh mudah dimengerti.Pembaca juga dituntut supaya mau membaca dan memahami maksud dari isi cerita. Pembaca juga dituntut untuk mengambil segi positif yang ada di dalam novel.

Kekurangan novel ini adalah pengarang tidak menyelesaikan akhir dari cerita ( agak ‘menggantung’ ) sehingga para pembaca harus memikirkan akhir cerita novel ini sendiri. Pengarang seharusnya memperjelas akhir cerita novelnya supaya lebih dimengerti oleh pembaca.

Novel ini cocok dibaca oleh masyarakat luas dari bawah, menengah, dan atas, Khususnya para remaja, para siswa SMA, dan mahasiswa, karena mengingatkan agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yg bersangkutan dengan “NARKOBA”.

 By Harits Aminnurodin

Komentar
  1. WICAK mengatakan:

    ok, ini sangat membntu saya dalam tugas saya. akhirnya tugas say selesai jugA . . .
    THANKS FOR YOU . . .

  2. indryani mengatakan:

    Menurut saya buku ini sangat cocok di baca untuk para remaja yg boring
    Pasti enang baca buku ini jdi gak gantuk
    And toko toko dlam cerita ya seru palagi inov dan mima dan kak mima

  3. Nelissa Lenjau mengatakan:

    ini keren bgt!!!!!😀

  4. novelnya keren banget,, bikin orang ketagihan buat ngebacanya😀

  5. satyawati mengatakan:

    hnya1 klimat..
    this is novel is the best..^_^

  6. Diah Yuniantari mengatakan:

    best novel

  7. Diah Yuniantari mengatakan:

    baru baca novel ini sekali, langsung suka sama Inov😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s